- INIKAH JALANKU -
Pertama kali aku mengenalmu,
Kau goreskan sesuatu di hatiku,
Yang tiada ku tahu apa itu,
Ku rasakan kau tak asing bagiku,
Jiwaku seakan mengenalmu,
Mataku seakan akrab denganmu,
Tiada ingin ku jauh darimu,
Ku ingin selalu di dekatmu,
Tanpa pernah ku sedari,
Alam menjawab risau hati,
Apa yang terjadi ?
Hasrat bergejolak di sanubari,
Cinta,
Demikian aku menyebutnya,
Duniaku jadi berwarna,
Di penuhi gemerlap cahaya,
Perlahan demi perlahan,
Cahaya itu mulai meredup,
Duniaku tak secerah dulu,
Semuanya kabur tak berbentuk,
Ada apa ini,?
Kemana jiwa yang ku kenal itu ?
Kemana mata yang akrab itu ?
Kemana warna - warna itu ?
Ku berlari ke sana kemari,
Mengikuti arah matahari,
Namun tiada ku temui,
Jawaban pasti yang ku cari,
Cinta,
Mengapa kau tinggalkan aku sendiri ?
Kau begitu dekat denganku,
Tapi tak dapat ku rengkuh,
Fikirku berkata,
hentikan saja semua ini,
Tiada guna berkeras hati,
Namun apa yang terjadi ?
Mata hati menolak pasti,
Ku terus berjalan tiada henti,
Hingga akhirnya ku temui,
Secercah sinar mendekati,
Sinar apa ini ?
Semakin lama ku amati,
Ku tahu sinar apa ini,
Inilah sinar yang ku cari,
Sinar yang dulu ku miliki,
Duniaku seakan berwarna kembali,
Tiada hitam tanpa putih,
Tiada bahagia tanpa perih,
Belum sempat sinar itu ku nikmati,
Kembali awan hitam menyelimuti,
Wahai alam,
Mengapa ini terjadi lagi ?
Mimpi indah itu punah lagi,
Apakah yang harus aku lakui ?
Cinta,
Haruskah ku biarkan awan hitam menutupi sinar itu ?
Atau haruskah ku abaikan ia dan terus berjalan di jalanku ?
Atau ku serahkan semua pada alam dan waktu ?
Hanya satu hal yang ku tahu,
Mudah menyerah bukanlah diri dan jiwaku,
Kalaulah memang alam dan waktu akan membimbing jalanku,
Akan ku minta pemiliknya untuk membimbingku,
Guna menembus awan hitam itu,
Dan mendapatkan kembali cahaya hidupku...
Kau goreskan sesuatu di hatiku,
Yang tiada ku tahu apa itu,
Ku rasakan kau tak asing bagiku,
Jiwaku seakan mengenalmu,
Mataku seakan akrab denganmu,
Tiada ingin ku jauh darimu,
Ku ingin selalu di dekatmu,
Tanpa pernah ku sedari,
Alam menjawab risau hati,
Apa yang terjadi ?
Hasrat bergejolak di sanubari,
Cinta,
Demikian aku menyebutnya,
Duniaku jadi berwarna,
Di penuhi gemerlap cahaya,
Perlahan demi perlahan,
Cahaya itu mulai meredup,
Duniaku tak secerah dulu,
Semuanya kabur tak berbentuk,
Ada apa ini,?
Kemana jiwa yang ku kenal itu ?
Kemana mata yang akrab itu ?
Kemana warna - warna itu ?
Ku berlari ke sana kemari,
Mengikuti arah matahari,
Namun tiada ku temui,
Jawaban pasti yang ku cari,
Cinta,
Mengapa kau tinggalkan aku sendiri ?
Kau begitu dekat denganku,
Tapi tak dapat ku rengkuh,
Fikirku berkata,
hentikan saja semua ini,
Tiada guna berkeras hati,
Namun apa yang terjadi ?
Mata hati menolak pasti,
Ku terus berjalan tiada henti,
Hingga akhirnya ku temui,
Secercah sinar mendekati,
Sinar apa ini ?
Semakin lama ku amati,
Ku tahu sinar apa ini,
Inilah sinar yang ku cari,
Sinar yang dulu ku miliki,
Duniaku seakan berwarna kembali,
Tiada hitam tanpa putih,
Tiada bahagia tanpa perih,
Belum sempat sinar itu ku nikmati,
Kembali awan hitam menyelimuti,
Wahai alam,
Mengapa ini terjadi lagi ?
Mimpi indah itu punah lagi,
Apakah yang harus aku lakui ?
Cinta,
Haruskah ku biarkan awan hitam menutupi sinar itu ?
Atau haruskah ku abaikan ia dan terus berjalan di jalanku ?
Atau ku serahkan semua pada alam dan waktu ?
Hanya satu hal yang ku tahu,
Mudah menyerah bukanlah diri dan jiwaku,
Kalaulah memang alam dan waktu akan membimbing jalanku,
Akan ku minta pemiliknya untuk membimbingku,
Guna menembus awan hitam itu,
Dan mendapatkan kembali cahaya hidupku...


Comments
Post a Comment